Selamat Datang: October 2015

Monday, October 26, 2015

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Gimana guyss kabar kalian semua?! Pada laman ini ane cuman ngasi tau tentang tujuan di buatnya blog ini,  :v

Blog ini ane buat untuk berpartisipasi dalam rangka event FP2B atau Festival Pelajar Pemersatu Bangsa yang di adakan oleh SMPN 6 Batam, ^_^
Ya sebenarnya sih awalnya ane kurang yakin mau ikut atau kagak, eh ternyata malah jadi ikut  :-)
Nantinya di blog ini ane akan ngeshare beberapa hal mengenai SUMPAH PEMUDA, mengingat ane mengikuti event ini dalam rangka memeriahkan Hari SUMPAH PEMUDA...  :-)

Mungkin itu saja info dari ane, oiya satu lagi SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA Guyss. ane harap blog ini dapat menambah wawasan bersama, satu lagi ane cmn minta dukungan 'N share it....  (h) (h) (h)


Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Makna dan Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Makna dan Sejarah Singkat Sumpah Pemuda



Assalamu’alaikum Wr. Wb

Hai Guyss,  pada kesempatan kali ini ane akan ngeshare tentang sejarah singkat sekaligus makna dari Sumpah Pemuda. Langsung aja Yaaa!
Nah guys, kalian pada tau nggk?! Kalau peristiwa Sumpah Pemuda ini menggambarkan betapa berkobarnya semangat para Pemuda tanah air untuk berikrar Sumpah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Jadi, Sumpah Pemuda ini adalah bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928, Bangsa kita di lahirkan dengan penuh semangat perjuangan, asal mula terlahirnya bangsa Indonesia sebenarnya tidak terlepas dari buah perjuangan rakyat Indonesia yang selama ratusan tahun tertindas oleh para kolonialisme, atas dasar inilah para pemuda tanah air membulatkan tekad mereka untuk mengangkat harkat dan martabat hidup pribumi Indonesia. Lalu tekad inilah yang menjadi komitmen rakyat untuk berjuang bersama hingga meraih Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.


Lalu bagaimana dengan asal mula tercetusnya Sumpah Pemuda?

Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia, yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat yang berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan Indonesia serta pengamat dari pemuda Tiong Hoa.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat yang pertama yaitu pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Waterlooplein (Lapangan Banten). Dalam rapat ini Moehammad Yamin menjelaskan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat yang kedua yaitu pada Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam rapat ini Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyinggung masalah pendidikan, mereka berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara otomatis.


Rapat penutup di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, pada rapat penutup ini ada dua tokoh yang mengemukakan pendapat yaitu Sunario dan Ramelan. Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramlean mengemukakan bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini medidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Berikut adalah Putusan Kongres Pemuda Pemuda Indonesia

·        Pertama: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
·        Kedoea : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
·        Ketiga: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).



Nih Guys setelah membaca ulasan diatas, kita sebagai pemuda Indonesia tentunya harus berbangga dan bersyukur atas keberanekaragaman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Makanya kita harus mengingat kembali(flashback :v) semangat para pemuda dulu, oleh sebab itu kita sebagai pemuda Indonesia harus memberikan semangat positif, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.



Makna Sumpah Pemuda Tempo Dulul dan Sekarang

Makna Sumpah Pemuda Tempoe Doeloe dan Sekarang



Hai guyss, kali ini ane ngeshare tentang "Makna Sumpah Pemuda Tempoe Doeloe dan Sekarang", semoga ini bisa jadi bahan renungan buat ane sendiri dan pembaca..



Sumpah Pemuda, sumpah yang asal mulanya diucapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928. Tak hanya mengucapkan, mereka juga mampu membuktikan dan menjalankan sumpah yang telah diucapkan. Isinya pun tidak main-main, pemuda-pemudi pada saat itu telah mencurahkan segenap jiwa dan raga demi tercipta cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Sumpah pemuda mungkin bukan hal yang asing lagi didengar oleh telinga pemuda-pemuda indonesia. Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik lahirnya bangsa Indonesia. Apabila berpikir kembali kepada perjalanan pemuda-pemuda Indonesia masa lalu maka tidaklah pantas untuk pemuda-pemuda di era modern yang di sebut era globalisasi ini mengesampingkan peranan sumpah pemuda di dalam perkembangan bangsa ini.

Di masa lalu tujuan dari sumpah pemuda sangatlah jelas dan merupakan suatu pernyataan yang tulus. Tidak dapat dibayangkan apabila sumpah pemuda itu surut dan tidak dapat dilakuakan, pasti kehidupan-kehidupan bangsa Indonesia selanjutnya akan pembelokan cita cita luhur. Berbeda dengan masa lalu, pelaksanaan sumpah pemuda di era globalisasi ini justru semakin dilupakan dan hanya dianggap sebagai suatu filosofis sejarah negara saja.

Bila kita terus berjalan mundur ke masa lalu ketika dimulainya rapat pertama pada 27 Oktober 1928 yang mendapatkan hasil tentang hubungan persatuan dengan pemuda-pemuda Indonesia. Dapat di simpulkan ada beberapa faktor yang dapat membentuk kekuatan persatuan pemuda bangsa Indonesia yaitu adat, sejarah, bahasa, keinginan, dan pengetahuan (pendidikan). Dimasa lalu pemuda memiliki persatuan dan kesatuan yang sangat besar dan kuat. Sehingga timbulah semangat yang sangat mendalam dari pemuda-pemuda tersebut.

Selanjutnya yaitu rapat yang dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 menjadi rapat kedua. Hasil pada rapat kedua ini ialah tentang pendidikan yaitu masyarakat terutama anak-anak yang akan menjadi penerus pemuda-pemuda bangsa harus mendapatkan pendidikan yang seimbang dan positif dari lingkungan sekitarnya. Masyarakat juga harus dididik secara demokratis agar dapat memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang positif untuk bangsa ini.

Bagi pemuda Indonesia dimasa lalu, makna sumpah pemuda sangatlah berarti dimana suatu keinginan dan harapan hingga terwujudlah kemerdekaan pada tahun 1945 tertuang semua dalam tiga sumpa. Makna yang mendalam itu menjadi sebuah sejarah yang bukan hanya akan terjadi, tetapi sudah dijadikan sebagai suatu kenangan belaka oleh pemuda-pemuda Indonesia di era modern ini. Kenangan yang ditinggalkan dalam sebuah ketikan-ketikan yang membentuk satu karangan dalam buku. Buku yang hanya dibaca dan dipelajari namun tidak pernah terbesit untuk menjadikan sumpah pemuda itu sebagai alat pengobar semangat didalam diri pemuda-pemuda globalisasi seperti saat ini.

Lalu sebenarnya apa makna dari Sumpah Pemuda di era globalisasi ini? Apa kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia hanya berdiam diri setelah merasakan nikmatnya kemerdekaan?  Tentu jawabannya tidak. Di era globalisasi ini, seharusnya kita mengerti apa yang harus dilakukan dan dikorbankan demi terciptanya tujuan bangsa. Kadang kita hanya mampu mengkritisi semua tingkah laku dan peraturan yang telah ada. Namun apakah terfikir di benak kita apa yang telah kita lakukan demi Indonesia? Apa kita sudah mampu membuat Indonesia bangga memiliki pemuda-pemudi seperti kita?

Miris rasanya ketika melihat sebagian aset bangsa malah terlibat dalam lingkaran hitam dunia yang kelam. Seperti halnya narkoba, seks bebas, pembunuhan, tawurandan tindakan kriminal lainnya. Bahkan mereka tak mempedulikan bagaimana nasib bangsa ini kedepannya. Jiwa nasionalisme makin lama semakin menurun. Sikap individualisme makin lama malah semakin meningkat.

Dimasa-masa seperti ini bangsa Indonesia sangat memerlukan pemuda-pemuda yang memiliki kreatifitas, ide-ide dan pemikiran yang dilandaskan ketiga sumpah pemuda. Bangsa Indonesia memerlukan solusi yang terbaik sehingga makna sumpah pemuda tersebut tidak hanya dijadikan sebagai filosofis sejarah.

Makna sumpah pemuda yang sangat mendalam diperlukan dalam pembangunan dan moralitas bangsa ini. Apabila makna sumpah pemuda tersebut direnungkan secara mendalam maka akan menciptakan sebuah kobaran api, semangat dari dalam diri pemuda bangsa Indonesia.

Pemuda yang memiliki semangat nasionalisme akan dengan mudah menemukan jati dirinya dan berpikir secara logis tentang apa yang akan ia lakukan untuk membantu perkembangan bangsa ini, tentu dengan mudah saling bergandengan tangan untuk bersatu dan memberikan pembangunan positif kedepan untuk bangsa ini.. Sehingga, terciptalah rasa kesatuan yang tinggi dan dengan rasa kesatuan tersebut akan menumbuhkan semangat-semangat sumpah pemuda yang pernah berkobar pada masa lalu.


Jadi,kawan kawan sekalian makna sumpah pemuda dizaman era globalisasi sangat berbeda dimasa lalu. Makna sumpah pemuda tersebut sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kobaran-kobaran api semangat dalam diri pemuda-pemuda Indonesia seperti kita saat ini. Bung Soekarno pernah berkata “Berikan aku 1000 orang tua maka akan aku cabut akar gunung Semeru, dan berikan aku 10 pemuda maka akan aku taklukkan dunia.”. Terbukti bahwa pemuda adalah aset yang berharga bagi kemajuan bangsa.


Source : Makna Sumpah Pemuda di Era Globalisasi
  Makna Sumpah Pemuda Versi Dahulu dan Sekarang