Makna dan Sejarah Singkat Sumpah Pemuda
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Hai Guyss, pada kesempatan kali ini ane akan ngeshare tentang sejarah singkat sekaligus makna dari Sumpah Pemuda. Langsung aja Yaaa!
Nah guys, kalian pada tau nggk?! Kalau peristiwa Sumpah Pemuda ini menggambarkan betapa berkobarnya semangat para Pemuda tanah air untuk berikrar Sumpah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Jadi, Sumpah Pemuda ini adalah bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928, Bangsa kita di lahirkan dengan penuh semangat perjuangan, asal mula terlahirnya bangsa Indonesia sebenarnya tidak terlepas dari buah perjuangan rakyat Indonesia yang selama ratusan tahun tertindas oleh para kolonialisme, atas dasar inilah para pemuda tanah air membulatkan tekad mereka untuk mengangkat harkat dan martabat hidup pribumi Indonesia. Lalu tekad inilah yang menjadi komitmen rakyat untuk berjuang bersama hingga meraih Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Lalu bagaimana dengan asal mula tercetusnya Sumpah Pemuda?
Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia, yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat yang berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan Indonesia serta pengamat dari pemuda Tiong Hoa.
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat yang pertama yaitu pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Waterlooplein (Lapangan Banten). Dalam rapat ini Moehammad Yamin menjelaskan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
Rapat yang kedua yaitu pada Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam rapat ini Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyinggung masalah pendidikan, mereka berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara otomatis.
Rapat penutup di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, pada rapat penutup ini ada dua tokoh yang mengemukakan pendapat yaitu Sunario dan Ramelan. Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramlean mengemukakan bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini medidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Berikut adalah Putusan Kongres Pemuda Pemuda Indonesia
· Pertama: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
· Kedoea : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
· Ketiga: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
Nih Guys setelah membaca ulasan diatas, kita sebagai pemuda Indonesia tentunya harus berbangga dan bersyukur atas keberanekaragaman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Makanya kita harus mengingat kembali(flashback :v) semangat para pemuda dulu, oleh sebab itu kita sebagai pemuda Indonesia harus memberikan semangat positif, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.


No comments:
Post a Comment